Mendagri Tinjau Satgastar Latsitarda Nusantara Ke-46 Di Yonif 111/Karma Bhakti Aceh Tamiang

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, melakukan peninjauan terhadap Satuan Tugas Taruna Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara ke-46 di Markas Yonif 111/Karma Bhakti, Kodam Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (23/1/2026).

 

Para taruna dan kadet Satgastar Latsitarda Nusantara ke-46, yang telah melaksanakan pengabdian di Kabupaten Aceh Tamiang sejak 9 Januari 2026, akan melanjutkan kegiatan pengabdian di Provinsi Aceh dengan fokus pada pemulihan pascabanjir di Aceh Tamiang.

 

Sebanyak 1.980 taruna dan Kadet Unhan RI terlibat dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari Taruna Akademi TNI, yakni Akademi Militer, Akademi Angkatan Laut, dan Akademi Angkatan Udara, Taruna Akademi Kepolisian, perwakilan Taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara, serta Kadet Unhan RI.

 

Mendagri juga menegaskan bahwa Latsitarda Nusantara ke-46 berperan penting dalam percepatan pemulihan pascabanjir di Aceh Tamiang, sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian negara melalui latihan integrasi para taruna dan kadet.

 

Lebih lanjut, Mendagri menyampaikan bahwa Latsitarda Nusantara merupakan pembelajaran praktik nyata bagi taruna dan kadet atas ilmu yang diperoleh di akademi. Latsitarda Nusantara ke-46 menjadi latihan yang mendapat perhatian nasional dan internasional, sehingga diharapkan mampu menghasilkan nilai positif serta membangun citra yang baik bagi masyarakat Aceh.

 

“Melalui kegiatan Latsitarda Nusantara ini, kita berharap proses pemulihan pascabanjir di Aceh Tamiang dapat berjalan lebih cepat, sekaligus membentuk karakter taruna yang tangguh, peduli, dan siap mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Tito Karnavian.

 

Pada akhir sambutannya, Mendagri menyampaikan doa dan harapan agar seluruh rangkaian Latsitarda Nusantara ke-46 berjalan lancar, serta para taruna dan kadet senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan selama bertugas di Aceh Tamiang.

 

Satgastar Latsitarda Nusantara ke-46 dijadwalkan akan melanjutkan kegiatan selama beberapa pekan ke depan, meliputi berbagai kegiatan sosial, fisik, serta bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak bencana banjir.